Rabu, 01 Maret 2017

Pengalaman Mahasiswa Unmuh Jember Mengajar di Thailand Selatan

Jika Bingung Bahasa Terpaksa Pakai Bahasa Isyarat

Mengajar bukanlah hal mudah,Apalagi jika ngajarnya dengan bahasa yang beda.Inilah yang dirasakan Erina Prestika Yuli dan empat mahasiswa lainnya,saat mendapatkan kesempatan jadi 'guru'selama Lima bulan di Thailand Selatan.

RANGGA MAHARDIKA,Jember

"KESAN pertama saat saya menginjakkan kaki di Negeri Gajah Putih sangat memperhatikan,"kata Erina Prestika Yuli,mahasiswa Unmuh Jember yang mengikuti program magang di Thailand Selatan ini.Dia memang salah satu mahasiswi yang ikut program Magang dan PPL sebagai Duta Perguruan Tinggi Indonesia.Erina mewakili kampus bersama dengan lima teman lain dari Unmuh Jember.Total,ada 91 mahasiswa magang dan PPL,dari Indonesia.

Mereka lolos ikut seleksi calon mahasiswa Magang dan PPl.Thailand Selatan berada di bawah koordinasi Southern Boorder Provinces Administrative Center(SBPAC)Thailand dan Konsulat Jendral Indonesia di Songkhala-Thailand.

Para mahasiswa itu ditempatkan di beberapa wilayah seperti Naratiwati,Yala,Pattani,Songkhala,Trang,

Ozonae, Mesin Penjernis Air Hasil Rakitan Pemuda Jember


Lewat Medsos, Sebuah Bisa Terjual 30 Unit Mesin


Menjadi pencipta alat canggih, ternyata tidak harus dengan peralatan yang mahal. Meski dengan perlengkapan apa adanya, seorang pemuda kelahiran Jember berhasil menciptakan penjernih air. Seperti apa?

RULLY EFENDI, Jember

BENTUKNYA
hanya kotak berbahan plastik. Dibuat dari rangkaian elemen elektronik. Meski hanya tampak sederhana, alat yang diberi nama Ozonae itu mampu mensterilisasi air kotor menjadi jernih. Penciptanya tal lain Angger Prasetyo, anak muda yang tinggal di Jalan KH abdul Syukur Kecamatan Sumbersari, jember.

Ozonae yang diciptakan sarjana Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Batan Jogjakarta itu, tak lain sebuah mesin yang bekerja mengubah atom oksigen O2 menjadi ozom. Mesin itu bekerja dengan bantuan discharger sinar ultra violet yang dihasilkan oleh lecutan listrik bertegangan 20 kV pada frekwensi 50 Hz. Mesin ini yang digadang-gadang mampu melawan pencemaran air.

Angger, tidak hanya mengklaim hasil penemuannya ini. Sejumlah bukti hasil penelitian yang dia lakukan, mampu dideskripsikan dengan baik dan detail. Belum lagi soal pengakuan konsumen mesinnya.

Selasa, 28 Februari 2017

Lava Band, Grup Musikk Jember yang Masih Eksis



Tetap Konsisten di jalur Rock, meski Sempat Berubah Personal

Lava adalah grup musik yang sempat berkibra di era 1990-an. Grup ini sempat berjaya di tahun 1995-1998, dan kurun waktu tersebut dikenal sebagai raja festival music di Besuki dan Jawa Timur.

Berdirinya Lava band tak lepas dari peran danar, salah satu gitaris berbakat Jember, yang bosan mengikuti long trip di Bali. Musisi asal Kaliwates Jember ini, malang melintang di bali. Dia merasa jenuh setelah bermain dari kafe lainnya, sampai main di hotel atau restoran.

Di Bali ini, Danar biasa diikuti genre music yang paling laku di pasaran tempat hiburan di Bali, Yakni music jenis top 40, regge dan pop. Padahal, style dia sebenarnya adalah rock. "Dia cukup lama merantau.. Pulang dari bali, kami sepakat membentuk band baru yang iramanya sesuai denan selera kami. yakni rock," kata Badrus Zaman, tukang gebuk drum di Lava Rock Music Band, kemarin sore.

Sejak itulah, mereka sudah kumpul untuk band-bandan lagi mulai rutin mengikuti sejumlah festival music, baik di wilayah eks Karisidenan Besuki maupun di kota-kota lain di Jawa Timur. Bahkann, di era 1995, grup music rock ini sempat ditahbiskan sebagi the best player.

Obed-panggilan badrus Zaman menceritakan, sebelum menggunakan Lava band, beberapa nama band sempat mereka coba. Apalagi beberapa personel kurang keluar masuk, terutama untuk posisi gitaris. saat permain gitar diisi Dicky, nama yang pernah mereka coba adalah Mounth Shed.

Menengok Maki Mubarok, Atlet Tarung Derajat yang Ikut PON 2016

Demi Target Emas Setengah Tahun Tinggalkan Keluarga

 

Jelang pelaksanaan Pekan Olahtraga Nasional (PON) September mendatang, para atlet yang mewakili provinsi masing-masing telah menjalani karantina  sejak beberapa bulan lalu. Salah satunya Maki Mubarok, yang akan turun dalam cabor tarung derajat. Demi gelar jawara, dia rela meninggalkan kekuarganya.LINTANG ANIS BENA K,Jember

Senin, 27 Februari 2017

Koperasi Galur Murni, Wadah Peternak Sapi Perah di Jember

Garap Pasar Lokal, Punya Puluhan Loper

Membidik pasar yang terus membesar, peternak sapi perah di Jember kini makin bersemangat mengembangkan produksi susu sapi. Pasar lokal tidak kalah menariknya dibandingkan kontrak dengan pabrik susu. HARI SETIAWAN,Jember


SEBUAH pikal L-300 masuk sebuah gang di Desa/ Kecamatan Ajung. Pikap tersebut memuat ampas edamame dari pabrik PT Mitra Tani 27 di Jubung, Sukorambi. Setelah melalui celah sempit di samping kandang sapi perah, muatan itu dibongkar oleh beberapa pekerja peternakan.

Budaya Ngopi di Jember Semakin Berkembang

Muncul Warung Kopi dengan Beragam Kreasi

Ngopi bukan sekedar minum kopi untuk membunuh waktu kosong. Bukan pula menghindari kesepian. Tapi, nongkrong di warung kopi bisa menjadi wadah berbagai inspirasi, ide, dan gagasan di bernagai komunitas.

BAGUS SUPRIADI, Jember

SETIAP malam, sejumlah warung kopi yang ada di sekitar kampus Jember selalu ramai pengunjung. Seperti tak ada habisnya, satu pulang, satu lagi datang. Begitulah kondisi tempat nongkrong sekarang.
Bertumbuhnya warung kopi di Jember menawarkan berbagai macam kreativitas. Terutama dalam memberikan kenyamanan dan fasilitas pada pengunjung, serta kenikmatan kopi itu sendiri. Bahkan, macam-macam kopi di datang dari berbagai daerah di nusantara.
"Rumah kopi Bohemian tidak semata untuk mendapatkan materi," kata Rizwan, pemilik rumah kopi Bohemian di Jl Mastrip Jember. Namun, wadah bagi para pecinta kopi yang berjiwa bebas untuk bertukar pikiran. Seperti namanya, Bohemian memiliki arti orang yang berkehidupan bebas. Di warung itu siapa pun bisa berdiskusi atau berbincang bebas dengan teman dan sahabat. Di rum,ah kopi itu tersedia sejumlah buku.

Sabtu, 25 Februari 2017

Bokar, Boneka Karnaval Souvenir Unik Karya Mahasiswa Unej

Dibuat dari Kain Perca, Jadi Oleh-oleh Khas Jember


    Berawal dari keprihatinan minimnya oleh-oleh khas saat Jember Fashion Carnaval (JFC), lima mahasiswa Unej punya ide kreatif. nMereka membuat boneka lucu yang 'berbau' JFC. Kini boneka buatan mereka pun sudah ramai di dunia media sosial.

RANGGA MAHARDIKA, Jember
    DERETAN boneka yang berderet di depan  sebuah kos-kosan itu tampak ramai. Boneka dengan tinggi sekitar 25-30 cm itu lucu-lucu. Namun yang menarik, boneka yang terbuat kain itu ternyata memiliki sejumlah ornamen baik dari baju, sayap hingga topi yang unik-unik.
    Persis seperti pakaian orang yang sedang ikut karnaval khas Jember yakni Jember Fashion Carnaval (JFC). "Memang ide awalnya dari JFC," ucap Desi Febriani, salah satu mahasiwa yang membuat boneka etrdebut.
    Dia menceritakan, awal mula ide muncul adalah bersama Riza  Nurfadila, Erni Rhayu, Wulan Nitiastuti, dan Imro'atun Rofikah merasa bingung usai melihat JFC yang biasanya digelar bulan agustus setiap tahunnya. Apalgi mahasiswa EMIPA Unej itu sering ditanya oleh sejumlah rekannya dari luar daerah tentang oleh-oleh khas JFC.