Jumat, 03 Februari 2017
Memahamkan Petani Pentingnya Pestisida Ramah Lingkungan
Dahului Riset Selama Puluhan Tahun
Prihatin dengan maraknya penggunaan pestisida kimia, Abdul Majid berusaha menemukan pestisida alternatif yang ramah lingkungan. Ditemukanlah Bio-Trich berbahan jamur Trcihoderma. Bukan hanya memberantas penyakit, tetapi berfungsi pula sebagai biofertilizer alias penyubur tanaman.
Yayuk Yuliati, Guru yang Penuh Inovasi di Bidang Kerohaanian
Tak Pernah Memaksa, Dekati Siswa dengan Pendekatan Pribadi
Berdakwah bisa dilakukan dimana saja. Termasuk di sekolah sekalipun. Yayuk Yuliati, guru dan Pembina Kerohanian di SMPN 2 Rambipuji sukses membuat seluruh sekolah aktif rutin dalam kegiatan kerohanian yang dibinanya.RANGGA MAHARDIKA, jember.
Berdakwah bisa dilakukan dimana saja. Termasuk di sekolah sekalipun. Yayuk Yuliati, guru dan Pembina Kerohanian di SMPN 2 Rambipuji sukses membuat seluruh sekolah aktif rutin dalam kegiatan kerohanian yang dibinanya.RANGGA MAHARDIKA, jember.
SEBENARNYA tidak ada yang aneh saat memasuki gerbang SMPN 2 Rambipuji yang baru dibangun itu. Kebetulan, kemarin ada kegiatan agenda class meting untuk mengisi kegiatan siswa menjelang pembagian rapor.
Namun, lama-kelamaan akan tersadar dan seperti memasuki kawasan pondok pesantren. Pasalnya, semua siswi di sekolah tersebut berjilbab. Padahal, ini merupakan sekolah negeri.
Tentu saja pemandangan ini agak aneh di masa sekarang ini, dimana masih banyak siswi yang suka mengumbar aurat dengan seragam yang kurang sopan."Mungkin hanya satu dua siswi yang tidak berjilbab. Guru-guru juga hampir berjilbab semua," ucap M. Rokhim, Kepala SMPN 2 Rambipuji. Dia mengatakan jika keberhasilan ini tidak lepas dari peran Yayuk Yuliati, guru sekolah yang juga pembina kerohanian sekolah itu. Yayuk Yukiati sendiri, saat ditemui mengakui jika dirnya kaget sekaligus senang dengan perubahan di sekolah yang berjuluk Spadara Gaul ini.
Kamis, 02 Februari 2017
Siswa SLB Raih Juara Lukis tingkat Nasional
Langganan Juara Kabupaten , Selalu Lolos tingkat Provinsi
Keterbatasan fisik bukan alasan untuk tidak mengembangkan bakat, Seberapa pelqajar disekolah Luar Biasa (SLB) patrang mampu membuktikannta. Mereka meraih juara melukis tingkat nasional di mataram.
LAUT seperti bergemuran, ombak nya begitu besar, perahu terombong ambing membuat penumpang kebingungan. Namun, resiko menjadi seorang pelaut sudah disadari, pertaruhan nyawa dihamparan yangluas.
Ya, kapal yamng dilukis oleh Desi Mariena itu terjang ombak besar ketika melihatnya, banyak makna yang terkandung, misal kehidupan seperti mengurai lautan, bahay bia datang tanpa dugaan. Namun itulah hidup, harus dijalani dan di perjuangkan.
Lukisan dengan tema: kapal Tradisional yang diterjang ombak itulah yang membuat Desi meraih juara tiga lomba lukis tingkat nasional, ketika menjadi siswa di SLB Patrang. Sepintas , perempuan kelahiran 18 Desember 1990 itu terlihat tidak memiliki keterbatasn.
Namun, saat mulai berbicara dengan nya, harus melafalkan dengn jelas dan menghadapi tanpa kearahnya.
SMK Teknologi Balung Ciptakan Motor Ciptakan Bertenaga Air
Diklaim temuan Pertama, Mimpi Bisa Segera Ditetapkan
Tidak ada yang tidak mungkin dengna perembangan teknologi. Kendaraan bermotor yang biasanya berbahan bakar minyak (BBM) kini mulai diubah dengan temuan tenaga uap. Bahan bakarnya cukup dengna air. Seperti apa?
Rabu, 01 Februari 2017
Mengenal SAR Rimba Laut, Penjaga Kawasan Pantai Selatan Jember
Bekerja untuk Kemanusiaan, Fasilitas dari Hasil Urunan AnggotaMirip serial Baywatch, Jember juga memiliki penjaga pantai. Namanya adalah SAR Rimba Laut. Mereka pun berkali-kali melakukan aksi gemilang menyelamatkan berbagai korban. Penasaran?
YUDHA LUTFI FITRIANTO, Jember
SAR Rimba Laut terbentuk pada tahunn 2012. Kelompok ini didirikan Aiptu Dwi Mardi Sucipto yang saat itu bertugas di Satpol Air yang bermarkas di Puger.
Awalnya SAR Rimba Laut diketuai oleh gatot Sugiadi dengan anggota berjumlah sekitar 30 orang. Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa anggota berkurang karena seleksi alam. Pada 2015 sekitar bulan Mei, tim penyelamat kawasan Jember Selatan tersebut diresmikan melalui akta notaris, dengan anggota sebanyak 25 orang. Anggotanya mayoritas adalah nelayan dari kawasan Pantai Payangan, Watu Ulo dan Desa Ungkalan, Kecamatan Ambulu.
Jabatan ketua berpindah ke Imam Sapi'i dan Gatot Sugiadi menjadi wakil ketua. Kemudian, Eko Heri Purnomo yang baru bergabung menjadi anggota didaulat menjadi pembina SAR Rimba Laut. Sang pendiri (Dwi Mardi Sucipto) yang berpindah tugas ke Polsek Mumbulsari siamanahi sebagi penasihat.
Ketika Musik Patrol Merambah Kaum Wanita
Pemainnya Wanita Karir hingga Nenek Usia 75 Tahun
Selama ini musik patrol selalu identik dengan jenis musik yang dimainkan kaum pria. Namun, di Jember, terdapat salah satu kelompok musik patrol yang seluruh personelnya adalah wanita. Bahkan, salah satunya adalah lansia berunur 75 tahun!
Langganan:
Postingan (Atom)



